Pada akhir ini survei meyatakan pada lembaga klimatologi politik
menyebutkan pada tingkat "swing voters" atau pemilih yang sudah punya
pilihan, namun tergadang masih ragu-ragu dalam memilih calon presiden cenderung
menurun hingga yaitu 29,1 persen.
Survei LKP itu menyebutkan Wiranto dan Prabowo bersaing ketat di
posisi kedua serta ketiga dengan elektabilitas masing-masing 15,6 persen
dan 15,4 persen.
Dia
menjelaskan di posisi keempat ada Aburizal Bakrie dengan 10,9 persen,
Megawati Soekarnoputri 5,3 persen, Jusuf Kalla 4,1 persen, Rhoma Irama
3,3 persen, Dahlan Iskan 3,1 persen, dan Mahfud MD 2,2 persen.Selanjutnya
menurut dia Yusril Ihza Mahendra 1,7 persen, Surya Paloh 1,5 persen,
Hatta Rajasa 1,5 persen, dan Sutiyoso 0,5 persen.
Sementara itu
dari sisi popularitas capres, nama Megawati Soekarnoputri di posisi
teratas yaitu 98,5 persen, Jokowi 98,3 persen, Wiranto 98,1 persen,
Prabowo Subianto 97,9 persen, dan Rhoma Irama 96,7 persen.
Dia menjelaskan
dari hasil survei LKP, elektabilitas PDI Perjuangan tetap teratas yaitu
21,8 persen dan Golkar 18,1 persen, disusul Hanura sebesar 11,3 persen
dan Gerindra 11,1 persen.
Survei itu dilakukan dari 26 Februari
sampai 6 Maret 2014 yang dilakukan di 34 provinsi dengan sampel sebanyak
1.240 responden dengan teknik "multi-stage random sampling".
Ambang kesalahan dalam survei itu sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan
data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan responden
dengan bantuan kuesioner. Survei itu dilengkapi dengan analisis media
dari 10 surat kabar nasional dan 10 media "online" atau daring nasional.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/pemilu/menuju-ri-1/14/03/13/n2d6ir-gerindra-prabowo-cocok-berpasangan-dengan-hatta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar